Rabu, 03 Januari 2024

T.6 Aksi Nyata - Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia

 

SEL.11.2-T6-8 Aksi Nyata

 SEL.11.2-T6-8 Aksi Nyata

1.      Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Yang saya pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran, yaitu pendidikan tidak hanya sekadar memberi pengetahuan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter dan kompetensi siswa. Oleh karena itu, saya akan memperhatikan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah memahami latar belakang siswa, menyajikan materi pembelajaran yang kontekstual, mendorong siswa untuk berdiskusi dan berdebat serta mengembangkan karakter siswa.

 2.      Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Pada materi ini saya mempelajari tentang Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam pendidikan di Indonesia yang mana pendidikan ini selayaknya berpusat pada peserta didik. Hal ini berkaitan dengan topik materi bahwa guru selayaknya memahami kondisi peserta didik baik dari segi sosial, budaya, ekonomi dan politiknya. Pandangan saya tentang pendidikan serta pengajaran di Indonesia yang kurang akan fasilitas sarana dan prasarana terutama pada sekolah yang berada di pelosok. Hal yang perlu dilakukan agar bisa mengatasi masalah tersebut adalah mengupayakan segala cara agar proses pendidikan dan pembelajaran di Indonesia tetap berjalan dengan maksimal. Kesiapan mengajar dengan memperhatikan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran disekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik pada peserta didik selayaknya dilakukan dengan mempersiapkan perangkat dan merencanakan pembelajaran dengan memperhatikan isu-isu penyelengaraan dan pembelajaran.

 3.      Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Dengan memahami perspektif sosiokultural ini maka guru akan mengetahui karakteristik peserta didik. Pendidikan yang berorientasi pada peserta didik merupakan pendidikan yang mencoba memahami peserta didik dari segi karakteristik masing-masing. Hal ini di pengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik dimana peserta didik ini tumbuh dan berkembang. Sehingga proses pembelajaran dan perencanaan pembelajaran dibuat sesuai dengan kondisi peserta didik. Diharapkan tujuan pembelajaran kemudian akan mudah tercapai. Salah satu contoh isu - isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di Indonesia adalah kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang memadai terutama pada sekolah yang berada di pelosok. Hal yang perlu dilakukan agar bisa mengatasi masalah tersebut adalah mengupayakan segala cara agar proses pendidikan dan pembelajaran di Indonesia tetap berjalan dengan maksimal. Pertama, yaitu kita sebagai pendidik harus mempunyai niat dalam memenuhi sebuah sarana prasarana demi pendidikan generasi selanjutnya maka kita kjuga harus mau berkorban demi kepentingan pendidikan yang aka kita miliki. Kedua, membuat surat pemenuhan sarana prasarana pendidikan kepada pemerintah agar kita dapat diberikan sarana dan prasarana yang layak dan lebih terjamin kedepannya dengan adanya bantuan dari pemerintah. Ketiga, guru harus mencari alternatif lain untuk melakukan pembelajaran dengan memperhitungkan atau mengubah metode belajar dengan diluar ruangan bisa disebut dengan lebih mengarahkan siswa untuk belajar dialam luar dengan berdiskusi bersama. Keempat, guru juga harus lebih kreatif dalam mengambil cara lain dalam melakukan pembelajaran dengan memperbanyak praktek seperti diskusi dalam kelompok dengan keterbatasan sarana atau megunakan cara belajar dengan bermain demi keberlangsungan pendidikan,dengan itunjuga siswa akan ebih mengerti dan lebih memahami keadaan sehingga ia lebih semangat dalam melakukan pembelajaran.

4.      Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Kesiapan mengajar dengan memperhatikan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran disekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik pada peserta didik selayaknya dilakukan dengan mempersiapkan perangkat dan merencanakan pembelajaran dengan memperhatikan isu-isu penyelengaraan dan pembelajaran. Memilih strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan isu-isu yang akan dibahas, serta media pembelajaran berdasarkan kebutuhan dari peserta didik. Hal ini bisa dilihat dari gaya belajar dan minat peserta didik. Salah satu cara yang di terapkan oleh guru adalah menggunakan media pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan hal - hal yang ada di sekitar.

 5.      Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Yang sudah saya pahami tentang topik yaitu persamaan dan perbedaan pandangan tentang Isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi dan politik. Persamaannya yaitu kami berpikiran sama tentang isu sosial dan politik yang menjadi tantangan dalam Pendidikan. Karena faktor lingkungan sosial mempengaruhi tumbuh kembang peserta didik, Oleh karena itu, pendidik harus mengetahui latar belakang dan karakteristik peserta didiknya. Dalam hal isu politik masih banyaknya sekolah-sekolah yang tertinggal dari sarana dan prasarana hingga kekurangan tenaga pendidik. Selain itu, Isu - isu yang amat serius dalam pendidikan dan pembelajaran abad ke - 21 adalah kurangnya partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Adanya perbedaan tentang pemerataan Pendidikan di Indonesia karena Pendidikan sudah ada yang berkembang dan ada yang masih bertahap, bahkan ada yang belum terjamah sama sekali. Pemerintah dapat mengambil peran dalam pemerataan Pendidikan dan gaji pendidik, karena banyak pendidikan yang tidak merdeka kehidupannya. Hal ini disebabkan karena kurangnya sarana dan prasarana yang memadai di sekolah. Di Indonesia pendidikan pun juga masih tidak merata ini menyebabkan terjadinya bullying dan diskriminasi. Sebuah bangsa harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dari segala aspek yang diperlukan, dan untuk mendapatkan SDM yang berkualitas diperlukan pendidikan yang berkualitas serta menunjang terbentuknya SDM yang berkualitas. Ada beberapa hal yang ingin saya pelajari adalah implementasi pemecahan masalah dalam isu-isu pendidikan secara mendalam, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Pendidikan dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter serta menjadikan warga negara yang baik.

 6.      Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Dalam mata kuliah pemahaman Peserta Didik dan pembelajarannya bahwa pembelajaran tanggap budaya dan pembelajaran TaRL merupakan bagian dari pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Kondisi lingkungan yang aman dan nyaman dapat berpengaruh terhadap pembentukan tingkah laku individu. Dalam mata kuliah Pemahaman terhadap isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dapat membantu kita memahami kondisi manusia. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan harus memerdekakan peserta didik, memberikan kebebasan kepada mereka untuk mengatur diri sendiri, dan memperhatikan kebutuhan, kemampuan, minat, dan bakat peserta didik. Pendekatan CRT ini menjadi suatu cara untuk membekali guru dalam mengajar peserta didik di lingkungan yang berlatar belakang budaya yang berbeda-beda serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik. Teknologi berperan aktif sebagai alat, proses, dan sekaligus sumber untuk belajar dan melaksanakan pembelajaran. Pemanfaatan computer dan internet memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengakses materi ajar.

 7.      Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Manfaat topik ini adalah pembelajaran harus berpihak berpusat pada siswa dengan cara memperhatikan kebutuhan belajar siswa dan karakteristik siswa itu sendiri. Sehingga pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru akan sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Kesiapan saya adalah 8 karena sebagian besar sudah memahami materi yang ada pada mata kuliah PPG dan selanjutnya bisa saya gunakan bekal untuk penerapan di kelas. Apabila saya mendapatkan tugas mengajar, saya akan memahami latar belakang peserta didik. Pendidikan tidak hanya sekadar memberi pengetahuan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter dan kompetensi siswa. Oleh karena itu, saya akan memperhatikan isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah memahami latar belakang siswa, menyajikan materi pembelajaran yang kontekstual, mendorong siswa untuk berdiskusi dan berdebat serta mengembangkan karakter siswa.

T.5 Aksi Nyata - Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia

 Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Yang saya pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran, yaitu saya belum memahami bagaimana faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik dapat mempengaruhi proses pendidikan. Peserta didik dari latar belakang yang berbeda memiliki gaya belajar yang berbeda pula. Oleh karena itu, topik ini sangat penting bagi guru untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan perlunya umpan balik.

 

2.     Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?

Pada materi ini saya mempelajari tentang Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD dalam pendidikan di Indonesia yang baik diperlukan pengetahuan kemampuan siswa untuk melakukan tugas di bawah bimbingan orang dewasa dengan pemecahan masalah secara mandiri sesuai kemampuan siswa. Seseorang dapat memilih gaya belajar ZPD yang sesuai dengan lingkungannya. Karena pendidikan di Indonesia melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, guru, siswa, dan masyarakat secara umum. Hal ini mempengaruhi perkembangan kurikulum setiap tahun. Sehingga pendektan yang sesuai dalam kurikulum saat ini yaitu pendekatan scaffolding melalui ZPD. Perkembangan pengajaran di Indonesia dalam pendekatan scaffolding yaitu berfokus pada siswa dan pemahaman mereka mengenai suatu tugas. Scaffolding juga menuntut guru untuk fokus mengetahui tugas yang diberikan dalam perkembangan setiap peserta didik. Dalam proses penerapan pendekatan scaffolding, siswa di berikan kebebasan untuk mengekspresikan pengetahuan awalnya serta mengembangkan pengetahuan yang telah di dapatnya. Penerapan scaffolding dalam ZPD, yaitu meminimalkan tingkat frustasi siswa, meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, membuat kreasi berdasarkan pengalaman sejak dini.

 

3.    Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?

Pendekatan scaffolding pada ZPD adalah penggunaan dukungan tahap demi tahap sesuai yang dibutuhkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Strategi dan metode scaffolding diterapkan degan berbagai langkah yaitu:

1) Menentukan ZPD peserta didik.

2) Mengelompokkan peserta didik sesuai tingkatan ZPDnya.

3) Memberikan tugas sesuai dengan ZPDnya.

4) Memantau dan memediasi aktivitas belajar

Teknik pembelajaran yang diterapkan kepada peserta didik dalam sebuah ruang kelas memiliki tingkat kemampuan peserta didik berbeda-beda antara satu dengan yang lain (dapat diukur dengan tes diagnostik). Sehingga guru dan teman sebaya yang lebih kompeten dapat menerapkan scaffolding.

 

4. Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Terkait pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai Scaffolding pada ZPD, secara operasional diterapkan dengan guru menjelaskan dan menyampaikan informasi sebanyak-banyaknya mengenai sub pokok bahasan, yaitu materi pelajaran pada tahap ini, pelaksanaan metode scaffolding dengan menugaskan siswa membentuk kelompok sesuai ZPD (Zone Proximal Development). Guru sebaiknya memilih dan menggunakan strategi, pendekatan, metode, dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar baik secara mental fisik, maupun sosial. Dengan memperhatikan konsep tentang pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai scaffolding pada ZPD pada peserta didik tersebut, saya menjadi lebih siap untuk mengajar di kelas. Sebagai calon guru, saya akan menerapkan pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran di kelas 4 mata pelajaran matematika dan IPA dengan scaffolding (bantuan kontruksi konsep) pada LKPD.

 

5.    Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Pandangan saya mengenai topik bahasan tersebut adalah memahami konsep ZPD dalam membantu siswa mencapai perkembangan yang lebih maju. Ada beberapa hal yang disiapkan oleh guru sebelum melakukan proses pembelajaran di kelas. Guru harus mengenali ZPD agar proses pembelajaran siswa terarah dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pada topik ini guru harus mempertimbangkan semua aspek termasuk pendekatan, strategi, metode dan teknik belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Hal baik yang saya dapatkan mengenai topik tersebut adalah mengetahui konsep ZPD yang ditafsirkan dengan menggunakan pembelajaran scaffolding. Dengan demikian, guru dapat memberikan scaffolding pada ZPD siswa dengan tepat. Jika ZPD siswa tidak diberikan bantuan dengan tepat maka akan menghambat proses pembelajaran. Ada beberapa hal yang saya dapatkan dari menanggapi ZPD pada siswa, yaitu:

a.  Siswa mengikuti perkembangan zona potensial dan proksimal melalui proses pembelajaran.

b. Mengurangi kesenjangan siswa.

c. Guru dapat membantu siswa memahami proses belajar mengajar.

d. pembelajaran berpusat pada anak (Student Centered).

 

6.     Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?

Dalam mata kuliah filosofi pendidikan tentang kebudayaan dan pendidikan memiliki relasi yang kuat sehingga dapat menciptakan Idenitas Manusia Indonesia. Sedangkan dalam mata kuliah peserta didik dan pemahamaiannya scaffolding pada ZPD menjadi bermakna bagi peserta didik jika strategi, pendekatan dan metode pembelajaran disesuaikan dengan perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik mereka. Sehingga dapat mengakomodir minat, potensi dan gaya. Pada pembelajaran menggunakan scaffolding, guru harus melakukan asesmen awal (diagnostik) baik kognitif maupun non kognitif untuk mengetahui kesiapan belajar dan pengetahuan awal peserta didik, sehingga hasil akhir dari asesmen yang dilakukan guru dapat mencapai dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah diajarkan. belajar peserta didik (audio, visual dan kinestetik).

 

7.  Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Mnfaat topik ini adalah pembelajaran harus berpihak berpusat pada siswa dengan cara memperhatikan kebutuhan belajar siswa dan karakteristik siswa itu sendiri. Sehingga pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru akan sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Kesiapan saya adalah 8 karena sebagian besar sudah memahami materi yang ada pada mata kuliah PPG dan selanjutnya bisa saya gunakan bekal untuk penerapan di kelas.  Saya akan menerapkan ilmu yang saya dapatkan terkait topik bahasan dalam profesi sebagai guru yaitu dengan cara melibatkan siswa dalam pembelajaran aktif dang uru harus secara aktif mendampingi ZPD siswa dan menerapkan ZPD siswa dalam pembelajaran kooperatif. Pada pemikiran ki hadjar dewantara yang menerapkan sistem among. Maka kita patut meneladani pemikiran tersebut. Dalam sistem among terdapat istilah ing ngarso sung tuladha yang berarti kita harus memberikan contoh yang baik kepada anak agar merekameneladani sikap baik tersebut. Selanjutnya ada istilah ing madyo mangun karso yang berarti kita sama-sama membangun kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan. Yang terakhir yaitu tut wuri handayani yang berarti harus memberdayakan, mendukung, serta menguatkan anak agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

T.6 Aksi Nyata - Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia

  SEL.11.2-T6-8 Aksi Nyata   SEL.11.2-T6-8 Aksi Nyata 1.        Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran...